Review Solanin: Karya Inio Asano yang Penuh Perasaan dan Perenungan
Solanin adalah sebuah manga karya Inio Asano yang saya temui beberapa tahun lalu, dan sejak itu saya merasa manga ini meninggalkan kesan mendalam yang sulit untuk dilupakan. Ketika pertama kali membaca, saya pikir ini hanya sebuah cerita tentang kehidupan anak muda biasa yang berusaha menemukan tempatnya di dunia. Namun, semakin saya menyelami ceritanya, saya menyadari bahwa Solanin bukan sekadar cerita tentang masa muda. Ini adalah kisah yang sangat berhubungan dengan pencarian jati diri, rasa kebingungan, dan tantangan dalam menghadapi kenyataan hidup.
Manga ini mengikuti Meiko, seorang gadis muda yang baru saja lulus dari universitas dan mulai merasakan ketegangan antara impian masa muda dan kenyataan hidup dewasa yang lebih keras. Bersama dengan pacarnya, Naruo, dan teman-temannya, Meiko berjuang untuk menemukan arah dalam hidup mereka. Solanin adalah cerita yang sangat relatable, terutama bagi mereka yang sedang berada dalam fase transisi hidup, ketika dunia di sekitar terasa terlalu berat untuk dipahami, dan impian besar terasa semakin jauh.
Karakter yang Sederhana tapi Memiliki Kedalaman Emosional
Salah satu hal yang membuat Solanin begitu istimewa adalah bagaimana Asano menggambarkan karakternya. Meiko, Naruo, dan teman-temannya adalah karakter yang sangat sederhana, tetapi mereka memiliki kedalaman emosional yang sangat kuat. Mereka tidak berusaha menjadi lebih dari yang mereka sebenarnya, dan itulah yang membuat mereka begitu mudah dihubungkan.
Saya pribadi merasa sangat terhubung dengan Meiko, yang merasa kebingungan tentang hidupnya dan apa yang sebenarnya ingin dia capai. Setiap perasaan yang dia alami—baik rasa kecewa, ketidakpastian, maupun pencarian akan kebahagiaan—terasa sangat manusiawi.
Naruo, pacar Meiko, juga sangat menarik. Sebagai seorang pemuda yang memiliki impian untuk menjadi musisi, dia terjebak dalam kenyataan yang pahit bahwa impian tersebut tak semudah yang dia bayangkan. Kadang-kadang, dia merasa terjebak antara melakukan apa yang dia cintai dan hidup dengan kenyataan yang mengharuskannya untuk bertahan hidup secara praktis. Hal ini tentu terasa sangat relatable bagi siapa pun yang pernah merasa bahwa impian mereka bertabrakan dengan realita kehidupan.
Tema Kehidupan yang Nyata dan Refleksi Tentang Dewasa
Solanin membawa tema-tema besar tentang hidup yang realistis. Manga ini menyentuh tentang perasaan kebingungan yang datang ketika seseorang memasuki fase dewasa—sebuah periode hidup di mana kita dipaksa untuk melepaskan idealisme masa muda dan mulai menghadapi kenyataan. Ini adalah hal yang saya rasa sangat banyak orang alami: kita tumbuh dan merasa bahwa banyak hal tidak seindah atau semudah yang kita bayangkan dulu.
Bukan hanya tentang pencarian karir, tetapi juga tentang bagaimana kita menemukan kebahagiaan dalam kehidupan sehari-hari. Ada banyak momen dalam manga ini di mana para karakter merasakan kebosanan yang menggelisahkan, ketidakpastian mengenai pilihan hidup, dan kerinduan terhadap masa muda yang lebih sederhana.
Momen-momen tersebut sangat mudah untuk saya pahami, karena saya sendiri pernah mengalami perasaan yang sama. Solanin mengajarkan bahwa kadang-kadang kita tidak tahu ke mana arah hidup akan membawa kita, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menerima kenyataan tersebut dan belajar untuk terus berjalan maju.
Gaya Cerita yang Relatable dan Menghantui
Satu hal yang saya sangat suka dari Solanin adalah gaya cerita Inio Asano yang penuh dengan perasaan. Ada sesuatu yang sangat menyentuh dalam setiap panel yang digambar, terutama ketika menggambarkan ekspresi dan perasaan karakter. Asano tidak hanya menggunakan gambar untuk menggambarkan aksi atau cerita, tetapi juga untuk menyampaikan perasaan yang mendalam—perasaan kebingungan, kecemasan, bahkan kesepian yang mungkin dialami oleh banyak orang di usia tertentu.
Manga ini tidak mencoba untuk memberikan jawaban yang mudah atau penyelesaian yang sempurna, tetapi lebih menggambarkan kenyataan yang sering kali tidak memiliki jawaban pasti. Karakter-karakternya tidak mengubah hidup mereka dalam semalam, tetapi mereka belajar menerima kenyataan dan perlahan menemukan cara untuk menjalani hidup mereka dengan cara mereka sendiri. Bagi saya, ini adalah bagian yang paling kuat dari Solanin: cerita yang tidak melulu tentang solusi, tetapi tentang proses penerimaan diri.
Pacing yang Lambat tapi Penuh Makna
Mungkin bagi beberapa orang, pacing dalam Solanin terasa agak lambat. Manga ini tidak terburu-buru untuk mencapai titik klimaks atau menyelesaikan setiap konflik. Sebaliknya, Asano memberi ruang bagi karakter untuk berkembang secara alami dan untuk cerita itu sendiri berlarut-larut, seperti kehidupan itu sendiri. Saya pribadi merasa bahwa pacing yang lambat ini memberi kesempatan bagi saya untuk merenung, dan itu adalah salah satu hal yang membuat manga ini begitu emosional.
Kesimpulan: Solanin, Cerita yang Akan Membuat Anda Merenung Tentang Hidup
Solanin adalah manga yang tidak hanya menarik dari segi cerita, tetapi juga sangat emosional dan penuh makna. Setiap karakternya terasa hidup, dan tema kehidupan yang diangkat sangat relevan dengan pengalaman banyak orang, terutama mereka yang berada dalam tahap peralihan menuju kedewasaan.
Cerita ini mengajarkan kita bahwa hidup tidak selalu berjalan seperti yang kita harapkan, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapinya. Jika Anda mencari sebuah manga yang akan membuat Anda berpikir lebih dalam tentang kehidupan, dan jika Anda ingin sebuah cerita yang penuh dengan perasaan dan refleksi, maka Solanin adalah pilihan yang tepat.
Join the conversation